Senin, 07 Februari 2011

Temanku Meta meninggal 2011

Senin, 07/02/2011 14:23 WIB
Mahasiswi IAIN Tewas
Pihak Fakultas Terkejut, Ayu Dikenal Sebagai Mahasiswi Pintar
Amir Baihaqi - detikSurabaya


<a href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=aca95ca9&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=159&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=aca95ca9' border='0' alt='' /></a>
Surabaya - Pihak Fakultas Tarbiyah, IAIN Surabaya terkejut dengan kematian Ayu Metta Silviana Devi (21). Pasalnya, gadis asal Bojonegoro yang mengambil Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) itu dikenal sebagai mahasiswi yang pintar.

Perasaan terkejut ini diungkapkan kepala jurusan PGMI, Munawir (45), saat berbincang dengan detiksurabaya.com, di kantornya, Senin (7/2/2011). Dia mengaku pertama kali mengetahui kabar tersebut pagi tadi setelah membaca dari media online.

"Kita dari pihak fakultas sangat terkejut dengan kabar itu. Kami pertama kali mendengar kabarnya dari media online," ujar Munawir di Kantor Jurusan PGMI IAIN Sunan
Ampel Surabaya, Jalan Ahmad Yani.

Menurut rencana, sore ini pihaknya akan bertolak menuju Bojonegoro untuk mengonfirmasi kabar meninggalnya mahasiswinya yang beralamat di Desa Bonorejo RT 07 RW 02, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

"Ya, sore ini kami akan menuju rumahnya di Bojonegoro untuk mengetahui kabar yang sebenarnya, karena sampai detik ini kami belum mendapat kabar sama sekali dari pihak orang tuanya di desa," tuturnya kepada detiksurabaya.com.

Selain dikenal baik, Ayu Metta Silviana Devi juga dikenal pintar. Dari data yang dihimpun detiksurabaya.com, nilai mahasiswi lulusan SMA Negeri 1 BOjoneoro ini tergolong tinggi. Ujian Akhir Semester (UAS) lalu, mahasiswi kelahiran Maret 1989 ini memperoleh IPK 3.43. (bdh/bdh)
Bojonegoro - Dari penyidikan sementara, polisi juga menyatakan mahasiswi IAIN Sunan Ampel Surabaya, Ayu Metta Silviana Devi (21), asal Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro bukan akibat bunuh diri. Polisi menyimpulkan, gadis kelahiran Maret 1989 itu tewas akibat dibunuh orang lain.

Kapolres Bojonegoro AKBP Widodo melalui Kasubag Humas Polres Bojonegoro, AKP MT Ariyadi menjelaskan bahwa pihaknya juga menyimpulkan bahwa korban tewas akibat dibunuh. Ini berdasar keterangan beberapa saksi, dan hasil pemeriksaan di jenazah korban.

"Dari hasil pemeriksaan di jenazah korban, selain ada tiga luka sayatan di leher, juga ditemukan luka sayatan di dekat payudara sebelah kiri korban dan luka bekas sayatan di dekat kemaluan korban," kata MT Ariyadi.

Selain itu, polisi juga sudah menyita beberapa alat bukti dalam kasus pembunuhan ini. Yakni pisau dapur yang ditemukan di dekat kepala korban saat pertama ditemukan oleh ibu korban, Senin (7/2/2011) pagi, sarung batik serta baju yang dikenakan korban.

Dengan dugaan kuat bahwa korban tewas akibat pembunuhan, polisi langsung menerjunkan tim untuk mengungkap kasus ini. Termasuk tim Buser dan tim intelkam. Selain itu, polisi juga kembali mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP lanjutan atas kasus ini.

Sementara itu, jenazah korban yang saat ini sudah selesai disucikan di kamar jenazah RSUD dr Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro, dan akan langsung dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan oleh pihak keluarga.

Seperti diberitakan, Ayu Metta Silviana Devi ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya dengan kondisi leher tersayat seperti bekas digorok. Dari hasil visum sementara, diduga mahasiswi semester 5 jurusan Tarbiyah tewas dibunuh, bukan bunuh diri.
Bojonegoro - Ayu Metta Silviana Devi (21), mahasiswi IAIN Sunan Ampel Surabaya asal Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar rumahnya, Senin (7/2/2011) dikenal sebagai gadis pendiam, dan tertutup.

Sifat Ayu yang tertutup tersebut disampaikan pihak keluarga, teman maupun para tetangga korban. Bahkan, ketika Ayu sedang memiliki masalah besar pun, ia sangat pandai untuk menyimpan dan menyembunyikan permasalahannya itu sendiri.

"Saya akrab dengan dia sejak masih duduk di bangku SMP. Memang, dia itu orangnya sangat pendiam. Kepada siapa pun, dia tidak pernah menceritakan masalah yang sedang dialaminya," kata Wulan, mahasiswi Akper Bojonegoro yang merupakan teman akrab korban sejak masih sama-sama duduk di bangku SMP.

Menurut Wulan, dirinya terakhir bertemu dengan korban pada hari Rabu (2/2/2011) lalu. Ketika itu, Wulan bermain ke rumah korban setelah dikabari bahwa teman sebayanya itu baru saja datang ke rumah dari Surabaya.

Ketika bertemu dan bercengkarama pada Rabu lalu, Wulan mengaku tidak menaruh curiga sama sekali terhadap korban. Dia juga tidak bercerita hal yang penting atau masalah besar yang sedang dialaminya.

"Ketika itu, dia sempat bercerita bahwa tidak ingin pacaran dulu karena takut disakiti. Ia mengaku ingin lulus kuliah terlebih dahulu kemudian bekerja," ujar Wulan. "Dan saya sendiri sangat kaget saat mendapat kabar bahwa teman saya itu meninggal dunia dengan kondisi yang mengenaskan seperti ini," tambahnya.

Demikian halnya disampaikan nenek korban, Juminah yang menyatakan bahwa cucunya tersebut tidak pernah cerita ke keluarga maupun dirinya kalau sedang ada masalah. "Dia memang sejak dulu orangnya pendiam dan selalu memendam masalahnya sendiri," ujar Juminah.

Dan hal serupa juga disampaikan sejumlah tetangga korban. Mereka mengakui, korban adalah gadis pendiam. Bahkan, tetangga mengaku tidak pernah mendengar cerita dari korban terkait masalah yang sedang dialaminya, sejak dia masih kecil.

Seperti diberitakan, Ayu Metta Silviana Devi ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya dengan kondisi leher tersayat seperti bekas digorok. Dari hasil visum sementara, diduga mahasiswi semester 5 jurusan Tarbiyah tewas dibunuh, bukan bunuh diri.
(bdh/bdh)

Bojonegoro - Sebelum ditemukan tewas bersimbah darah dengan leher tergorok di dalam kamarnya, Ayu Metta Silviana Devi (21), mahasiswi IAIN Sunan Ampel Surabaya asal Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro sebelumnya telah beberapa kali melakukan upaya bunuh diri.

"Memang, korban sudah beberapa kali berusaha bunuh diri. Namun, selalu tertolong dan berhasil digagalkan oleh pihak keluarga," kata Kapolsek Ngasem, Iptu Subarata.

Dari keterangan keluarga, jelas Iptu Subarat, dulu korban sempat berusaha bunuh diri dengan cara menyayat urat nadinya sendiri. Dan beberapa waktu lalu juga sempat berusaha bunuh diri dengan cara meminum obat pembasmi serangga.

Sampai akhirnya, dalam upaya yang kesekian kalinya ini, anak peremuan dari pasangan Suparmo dan Winarsih ini ditemukan tewas di dalam kamar tidurnya oleh sang ibu, Senin (7/2/2011) pagi tadi.

"Terkait kasus ini, kita masih terus melakukan pendalaman dengan melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Selain itu, kita juga berusaha memastikan penyebab kematian korban dengan melakukan visum terhadap jenazah korban," sambung Kapolsek.

Pihak keluarga sendiri mengaku kurang paham dengan kejadian ini. Memang, diakui bahwa korban sempat dua kali mencoba bunuh diri. Namun, sampai sekarang tewas mengenaskan seperti ini, pihak keluarga juga belum paham apa yang menjadi penyebabnya.

"Dia itu anaknya pendiam. Dan jarang sekali bercerita tentang permasalahan yang sedang dialaminya. Jadi, keluarga tidak tahu, kenapa sampai dia meninggal dunia dengan cara seperti ini," ujar Juminah, nenek korban.

Seperti diberitakan, Ayu Metta Silviana Devi ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya dengan kondisi leher tersayat seperti bekas digorok. Diduga mahasiswi semester 5 jurusan Tarbiyah ini tewas bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri menggunakan pisau dapur yang ditemukan di dekat mayat korban.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu korban. Karena sejak pagi korban tak kunjung keluar dari dalam kamar, ibunya pun berusaha masuk ke dalam kamarnya. Seperti disambar petir, baru membuka pintu kamar anaknya, dia melihat anak gadisnya tewas bersimbah darah dalam kondisi sudah tergeletak di lantai. (bdh/bdh)

Bojonegoro - Seorang mahasiswi IAIN Sunan Ampel Surabaya, Ayu Metta Silviana Devi (21) asal Desa Bonorejo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro ditemukan tewas mengenaskan di kamar rumahnya dengan kondisi leher tersayat seperti bekas digorok.

Diduga mahasiswi semester 5 jurusan Tarbiyah tewas bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri. Diduga dia menggunakan pisau dapur yang ditemukan di dekat mayat korban.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ibu korban. Karena sejak Senin (7/2/2011) pagi korban tak kunjung keluar dari dalam kamar, ibunya pun berusaha masuk ke dalam kamarnya. Seperti disambar petir, baru membuka pintu kamar anaknya, dia melihat anak gadisnya tewas bersimbah darah dalam kondisi sudah tergeletak di lantai.

Melihat itu, ibu korban langsung berteriak keras meminta pertolongan. Beberapa saat kemudian, sejumlah keluarga dan tetangga berdatangan ke lokasi untuk mengetahui apa yang sedang terjadi.

"Saat ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Di lehernya terdapat tiga luka sayatan benda tajam seperti bekas digorok. Sedangkan di sampingnya ada pisau dapur," kata Supriyadi, tetangga korban.

Beberapa saat kemudian, sejumlah petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian usai menerima laporan. "Setelah dilakukan oleh TKP jenazah korban langsung kita larikan ke kamar jenazah RSUD Bojonegoro," kata Kapolsek Ngasem Iptu Subarata.

Selain itu untuk mengungkap perkara ini, polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari para saksi. Termasuk pihak keluarga dan sejumlah warga yang tahu tentang kejadian ini.

"Dugaan sementara, korban tewas akibat bunuh diri menggunakan pisau dapur dengan cara menyayatkan ke lehernya sendiri. Tapi, kita masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini," sambung kapolsek. (fat/fat)

2 komentar:

  1. Ya Allah semoga Engkau memberi kemudahan atas semuanya...
    kepadanya... dan keluarganya...
    semoga Engakau menerima segala amal baiknya
    dan mengamouni segala dosa-dosanya

    Amin ya robbal alamin

    BalasHapus
  2. Innalilahi wa innailaihi rojiun...

    Kami tidak akan pernah melupakan senyum manismu yu...

    BalasHapus

Bayangan Kematian