PUISI



APA KABAR CINTA

Apa kabar cinta? Setelah lama tandus tanpamu
Tidak tahu yang siapa yang telah sirindukan
Hanya tersenyum bahagia
Tiba malam kelam terdiam sebagai teman

Apa kabar cinta? Ku ingin memelukmu, disampingmu
Karenamu hidup ini terbang dari lembah kesunyian
Apa kabar cinta? Hanya dirimulah
Seorang galih tertanam dalam saanubari
Bercahaya sebagai lilin masa depan

Apa kabar cinta? Bagaimana kabarmu?
Andai kau tahu perasaan ini
Ku ingin jadi teman hidup mu
Sebagai teman hidup dan matiku
Sebagai teman menuju ke taman syurga

Tuhan semoga tersimpan perasaan ini
Biarkan mengalir bak bayu kerinduan
Sebagai simpanan sukmanya
Ingin jadi kekasihnya

Apa kabar cinta? Karena senyummu
Membelah tirai hati, membuka mata hati
Semoga senyummu menemaniku setiap hari

Apa kabar cinta?
Karena matamu bagai elang menerkam sukma
Jiwa hidupku yang selalu mendanbamu
Karena manis wajahmu madu remaja
Bawakan kupu-kupu keteduhan
Apa kabar cinta?
Setelah engkau jauh dari mata kaca-kaca
Hanya berhayal dalam mimpi
Sebagai indah pelangi tidurku

Apa kabar cinta?
Setelah engkau terbang dari hidupku
Meninggalkan sayap-sayap patah
Jatuh di bumi sbagai pena permata
Melukiskan sejarah hidupku bersamamu
Duduk bersama, senyum tertawa
Hati berbunga dalam genggamanmu

Apa kabar cinta?
Aku bahagia mengenalmu
Aku bahagia bersamamu
Namun hitam begitu sulit
Untuk menggapai putih
Maafkan aku, itu kebodohanku
Itu kesedihanku yang tak pernah terlupakan
Dalam mencapai kesempurnaan



CINTA SEJATI
22 10 07

Cintaku padamu takkan pernah sirna
Walau terhalang badai kehancuran
Cintaku padamu akan selalu mulya
Diatas singgahsana cinta-Nya
Cintaku
Cintamu akan selalu berbunga
Harum mewangi berseri dalam sanubari

Cintaku
Sayangku
Cinta sejatiku
Telah lama engkau hidup dalam hatiku
Biarlah kusiram selalu
Dengan telaga kerinduan dan kesetiaan

Cinta sejatiku
Aku rindu kamu
Aku tak bisa melupakanmu
Cinta sejatiku
Hanya kamu yang bisa hidupi jiwakuh
Hanya kamu yang kuatkan imanku
Hanya kamu
Cinta sejatiku
Takkan terhapus oleh waktu
Selamanya aku akan menyayangimu


CINTA
Masa remaja lelah sudah
Tak pernah terasa
Keagungan cinta
Dalam sukma
Dalam hampa
Tinggal tua

Cinta…!
Kau benci aku
Tinggalkan hidupku
Dalam lemah jantungku
Akan buta mata
Dan nestapa
Jiwaku
Engkau begitu mulia
Engkau indah sempurna
Cinta…!
Mengapa luluh hatiku
Walau kau benci aku
Dan mengapa aku
Merindukanmu
Cinta..!


KUPU-KUPU CINTA
Engkau bunga perawan
Karenanya jiwaku masa depan
Engkau bidadar-bidadari cinta
Telah terbang ke langit-langit mimpi

Engkau perlihatkan pelupuk mata
Engakau segarkan hati yang dahaga
Engkau beri rasa dengan sentuh genggaman
Dalam hati ini yang jauh dari cinta

Hai kupu-kupu cinta yang indah
Warna pesona megah ciptaan-Nya
Jangan engkau singgahi aku
Dengan sejuta kata rayuan palsu

Terbanglah bebas keangkasa cinta
Dan aku akan diam sendirian
Dari ikatan sangkar-sangkar asmara
Terbanglah layaknya keabadian dara


BULAN MASA INDAH
25 09 07

Tidakkah engkau melihat bulan dalam hatimu
Tidakkah engkau melihat bintang dalam mataku
Sebuah cahaya indah dalam masaku
Sebuah cahaya terang iman dalam gelapku

Aku hanya merasa bahagia dekat kamu
Aku merasa teduh saat mendengar namamu
Akankah bisa tergapai untuk kesekian kali
Akankah hatiku bisa jadi untukmu lagi

Tanpamu seakan-akan sedih melumpuri
Akankah tanpamu sendi-sendiku akan rapuh
Akankah tanpamu sayapku akan patah
Ini sesalku seumur hidupku bersemayam dalam duka

Ku akan selalu mengingatmu dan menyayangimu
Tak ada kata yang pantas untukmu selain aku mencintaimu
Tak ada suara yang bernada asmara dalam hatimu
Tak ada cinta yang paling ku cintai adalah jiwamu

Moga sesalku dalam bodohkui menjadi cermin
Cermin di masa depan yang bersinar gemilang
Cermin yang pecah akan cahaya-cahaya bintang
Cermin hatimu pengantar masa depan

Menjelma malam penuh berkah
Cahaya cinta, cahaya iman ; purnama
Bulan bertahta ru’yah bulan purnama


DUNIA TANPAMU

Dunia tanpamu hidup hampa
Hidup tanpa wajah senyummu
Bagai mentari kala senja
Bak cahaya lilin kecil
Diantara gerimis bayu kegelapan
Didalam genggaman jiwa
Di raut wajah indah paronama

Senyummu adalah masa depan
Masa yang indah dalam hidupku
Rasa cinta kasih dalam sanubari
Tersimpan menjelma kata indah
Terkubur sedalam lautan kasih
Hanya terbit bagai asa mentari
Diantara langit hitam pilu

Aku adalah kupu-kupu remaja
Dia adalah buga-bunga remaja
Biarkan aku terbang kepelangi
Mahkota hidupmu
Kuingin menggapaimu
Di perejalanan hidup ini
Kini ku hanya bisa
Melihat kelopak mata berkaca
Disetiap rintihan jiwa dan do’a


SELAMAT TINGGAL BUNGA-BUNGAKU
Sang maha adil lagi maha bijaksana
Apa yang tersimpan di lautan remajaku
Mengapa begitu dalam kesedihanku
Begitu rapuh sendi-dendi hidupku
Begitu jauh bentangan samudra cintaku
Serasa engkau jauh dan membenciku

Keremajaan bersama melewaTi waktu
Waktu keindahan bersama mereka
Mengapa aku harus mundur karenanya
Mengapa aku harus rapuh tanpanya
Mungkin ini keadilan-Mu bagi hamba-Nya
Yang memberi terbaik bagi hamba yang baik akhlaknya
Dan memberi siksa pada hamba yang buruk tingkahnya

Taman remaja begitu indah mewarna
Mengapa harus dirusak oleh bangsanya
Hanya ingat kepada-Nya bermakna dunia remaja
Dan aku bersyukur di dalamnya
Memilih jauh dari cinta daripada merusak dunia

Selamat tinggal bunga-bungaku
Selamat tinggal cinta dan asmaraku
Dan selamat tinggal masa remajaku
Aku dipanggil dunia untuk masa depan


KUMBANG REMAJA
Kumbang remaja terbang tinggi
Menggapai asa cita-cita
Kupu-kupu remaja tinggalkan
Jangan jadi permasalahan
Biarkan kembang biak disana

Bunga-bunga cinta sang bintang
Akan pengetahuan remaja
Musnah sirnakan kebodohan
Musnah terangkan kegelapamn
Ciptakan putih hancurkan hitam

Terbanglah kumbang-kumbang remaja
Dalam genggaman sang bintang
Raihlah segudang ilmu pengetahuan
Kumbang remaja
Kumbang masa depan
Kumbang bintang
Kumbang remaja


BENAGSARI BUNGA REMAJA
Sari engkaulah nama dalam hidupnya
Pada bunga-bunga remaja
Yang harum semerbak indah
Menulusuri ruang jiwa-raga pemuja

Bukankah engkau madu dalam bunga
Begitui manis bagi yang merasakannya
Begitu indah bagi yang memandangnya
Ikatlah aku dengan benang sari hidupmu

Namun aku tak pantas untuknya
Bagiku hanya kumbang pemberontak
Dan hanya sebagai virus baginya
Inilah hanya hayalan belaka

Untukmu wahai kupu-kupu remaja
Terbanglah kesetiaan pada mereka
Jaga keindahan rasa benang sarimu
Hinggaplah ….
Singgahilah masa-masa keremajaan.





CINTA KATAKAN CINTA
Cinta….! Katakan cinta
Hati ini rindu kepadanya
Hidup ini ingin memilikinya
Karena diciptaannya bahagia
Karenanya ingin selalu dismpingnya

Cinta…! Aku ingin berbicara
Tapi tak kuasa
Cinta pandangan matanya
Raut wajahnya
Tumbuhkan benih kebimbangan

Cinta…!bukankah sudah miliknya
Bukankah engkau punya cinta
Pada idaman lain yang lebih dari aku
Ataukah engkau terkubur kamarnya
Ataukah harus aku yang membangkitkannya

Cinta…!katakan cinta
Bila perbedaan adalah sama
Saling mengasihi; mengisihi
Menyayangi dan mengerti
Akan hakikat cinta sebenarnya

SAYAP-SAYAP CINTA
Bukankah sayap cinta telah patah
Tak bisa terbang kesinggahsananya
Bisakah sayap cinta kembali sempurna
Tuk hiasi dunia hitam dan kelam

Sayap cinta terlambat menggapainya
Untuk sekian kali setianya
Sayap-sayap cinta sayap purnama
Usai dalam kenangan belaka

Lahir batin kesaksian cinta
Lautan biru yang terdalam murni
Mustika sayap-sayap cinta
Menyimpan permata indah

Untuk kembali mencintainya
Untuk terbang dalam pelukannya
Sayap-sayap cinta telah sempurna
Sayap-sayap cinta telah menggapainnya
Untuk kesetiaan cinta sejati.


KUPU-KUPU CINTA
Engkau bunga-bunga perawan
Karenanya jiwaku masa depan
Engkau bidadari-bidadari cinta
Terbang ke langit mimpi-mimpi

Engkau perlihatkan pelupuk mata
Engkau utuhkan hati yang retak
Engkau beri rasa sentuh genggaman
Dalam hati ini yang jauh dari cinta

Hai kupu-kupu cinta yang indah
Warna pesona megah ciptaan-Mu
Jangan kau singggahi aku
Dengan sejuta rayuan manismu
Terbanglah bebas keangkasa cinta
Dan aku akan berdiam sendirian
Dari ikatan sangkar-sangkar asmara
Terbanglah bebas ke abadian surge

CINTA SEJATI
Cintaku padamu takkan perah sira
Walau terhembus badai perpisahan
Cintaku padamu akan selalu mulia
Diatas singgahsana cahaya cinta-Nya
Cintaku, cintamu akan selalu berbunga
Harum mewangi dalam taman sanubari

Cintaku, sayangku cinta sejatiku
Telah lama engkau hidup dalam hatiku
Biarlah ku siram selalu
Dengan telaga kerinduan dan kesetiaan
Kaasihku, cintaku aku merindukanmu
Aku tak bisa melupakanmu

Cinta sejatiku hanya dirimu
Hanya kamu yang bisa hidupi jiwaku
Hanya kamu yang kuatkan imanku
Hanya kamu cinta sejatiku
Takkkan terhapus oleh waktu
Selamanya aku akan menyayangimu


BIDADARI-BIDADARI KECIL
Meraka bidadarii-bidadari cinta
Terbang dalam hampa
Menhiasi kegelapan remaja
Tapi aku tak sampai merasa
Mereka bidadari-bidadari kecil
Tanpa bulu dan sayap
Mengharap sebuah kesempurnaan

Mereka begitu indah
Titik cahaya dalam iman
Titik harapan pada masa depan

Mereka begitu sederhana
Tercatat rumus-rumus keluarga
Moga dalam lindungan-Nya
Materi di kandungnya


Mereka laksana kupu-kupu pada lampu
Tapi berpijar dalam sekejap
Mereka buta dalam gelap
Tiada merasa resah dan canggung
Tetap tenang bak mutiara dalam karang
Menyelinap dalam mata bergelombang.


BUNGA MAWAR
Bunga-bunga di taman remaja
Bunga mawar indah gulana
Kuntum bunga harum berseri
Kehidupan dalam sanubari

Oh ……. Bunga mawar
Warnamu sungguh indah
Duri-durimu sungguh megah
Jangan mereka sakiti
Kumbang-kumbang islami

Oh…. Bunga mawar …
Lindungilah keindahan dirimu
Sengatlah dengan durimu
Mereka yang hanya mencari
Kepuasan hati!



MANUSIA BERSAYAP
Engkau begitu indah
Senyummu mengepakkan sayapku
Menerbangkan anganku

Karenamu aku melihat angkasa cinta
Menikmati keindahan dunia
Dunia akan manisnya remaja

Kerlipan bintang ada satu di hatimu
Kecupan bulan diantara bibirmu
Bersemayam dalam jiwaku

Bagai elang dunia matamu
Kibarkan asmara disetiap nadiku
Terbanglah hidupku
Terbanglah anganku
Terbanglah asmaraku
Terbanglah cintaku
Temanilah aku tuk terbang dengan selamanya

Please ILOVEU

Terpandang wajahmu
Terlukis hati merpati
Ucapan lembutmu membuai arti
Arti persahabatan …
Yang aku bina bersamamu

Setiba pagi menghilang
Mulai malam Nampak indah
Terbayang-bayang…
Oleh wajahmu wahai kekasih

Hadirmu akan mimpiku
Selalu membangitkan ibadahku
Jangan pernah sirnakan cintamu
Jangan pernah menutup kalbu
Biarkan aku mencintaimu
Izinkan aku bersamamu
Selalu dan selalu …
Di dekapanmu !!!

SIFATMU
Berjalan langkah merekah
Meniti jalan san bunga]berkejora inh ndah
Mka tersiam aura purnama

Embun menetes di pagi
Senyum mekar berseri
Bak sempurna melati
Goyahkan sendi-dendi
Dunia bak taman surgawi

Itulah dirimu…
Mentari di ufuk timur
Berdiam untuk makmur
Itulah sifatmu
Jangan hancur …


MAAFKAN
Maafkan aku ….
Tak tahu bgaimana
Terlukis dalam sukma
Terpancar dalam jiwa
Membeku air mata

Kesalahanku
Mulut besarku
Anggun resahku
Dalam tarian pena
Tiada berguna

Aku menyesal untukku
Hatiku; anganku; pastiku
Menghadapi senyummu
Suaramu; candamu
Sirna .. entah kemana?


MAAFKAN AKU
Teriris pedih jiwaku
Tergores cintamu
Bberibu hari lamanya
Kau tinggalkan aku sendiri
Tak pernah bertemu muka
Tak pernah berpandang mata
Kau hanya menyisihkan ku di sini

Mungkinkah rasa salahkutiada maaf bagimu
Dan mungkinkah ..?
Rasa kesal inii
Semakin tak berdaya untukmu
Semakin membara di sukmamu

Maafkan aku …
Bila hidup ini; bila hati ini
Menghancurkan semua mimpi-mimpimu

Sungguh maafkan aku …
Karena hanya dididrimu kebahagiaanku
Tak pernah ada kata selain katadariku
Aku hanya menanti kata maafmu …

KEMENANGAN REMAJA
Hidup memang hitam
Gelap putih kegelapan
Tak pantas bersinar
Menerangi kemaksiatan

Memang hidup ini remaja
Penuh dosa; penuh coba
Mata agama tak kuasa
Pelanggar norma-norma

Kehidupan remaja
Tak pantas dicinta
Menahan kepuasan

Hanya Dia pengampun dosa
Bertobatlah; menangislah
Jangan terulang ..
Meski iblis terus menggoda
Karena kemulyaan cinta kepada-Nya
Adalah kemenangan remaja

PERSATUAN HATI JELITA
Selama jantung masih berlari
Akan nafas berhembus salju
Pena ini akan selalu menari
Menari indah di taman hati

Selama jiwaraga masih bersatu
Hati ini selalu merasa teduh
Teduh akan hadirnyaperbedaan
Antara laki-laki dan wanita

Engkau ciptakan bidadari dunia
Engkau ciptakan pula hamba
Selama itu asa berwarna
Salama itu pula hidup ini sempurna

Dia laksana cahaya fajar pagi
Engkau ciptakan mentari ini
Selalu hamba beriman kepada-Mu
Selamanya hamba berdo’a kepada-Mu

Biar perbedaan menjelma persatuan
Persatuan antara kedua hati jelita



PERSAHABATAN
Persahabatan yang tak bisa dihapus oleh msa
Antara kita bersama
Antara cinta untuk semua

Bukan hati saja yang berbahasa
Tapi jiwa pun ikut terlaksana
Dengan tulus hati bersuara
“ Semoga persahabatan kita tetap ada; bersatu jiwa

Dengan mencoba berkata-kata batu
Dirimu semua mengundung padu
Apa arti semua kupu-kupu
Hingga kalian semua hadir untukku
Saat kalian tiba, hati ini terpaku
Dengan sendirinya kalian sangat berjasa untukku
Kalian membuatku berkupu-kupu

Datangmu semua kemari lukiskan sahabat sejati
Yang tak kenal disakiti dari semua yang telah terjadi
Hadirmu semua disini untuk menyambung arti
Dari esok yang tak pernah terjadi
Dan tak juga berarti
Aku yang menyatu disini
Banyak kekhilafan ku miliki
Maafkan ku demi persahabatan kalian

KEKUATAN CINTA
Dalam sinar terang rembulan
Menyinari seluruh alam
Mengapa tak seberkas cahaya iman
Menyelimuti hati …
Apakah ini terjadi ..
Hanya bicara cinta kelam kelana

Sunggguh hidup tanpa cinta
Bagai hidup di tanah gersang dan mati
Di tengah malam kegelapan
Ku … merunduk seorang diri
Tiada kebahagiaan yang tertanam
Oleh sebaba tipisnya imanku
Tetes air mata ku kira mampu
Mengantarkan ketentraman hati
Tapi hanya cintalah yang mampu
Member kekuatan hidup yang penuh liku


MADU MADU BERACUN
Musim cinta kemarau melanda
Harum semerbak bunga seindah dulu
Dulu yang berseri-seri hanya membuat derita
Kini dengan keindahannya menaruh madu-madu beracun
Jiwa sejati; kesetiaan sang kumbang hanya dibuat permainan

Kasih yang ditanam mulai layu mongering
Seakan hidup di gurun sahara jambangan
Kini yang layu hanya membuat beban jiwa
Dan hanya membuat sang kbang menangis lara

Panas dan tiada kehidupan yang bebas
Betapa hebatnya sang kumbang menaruh sesalan
Menerima sekuntuk bunga yang penuh siksaan
Kumbang-kumbang terbang entah kemana?
Dengan membawa sejuta dahaga cinta
Kumbang asmara tak lagi kuasa
Kenangan indah cepat hilang menyepi
Sungguh menderita sang kumbang menghampiri …

BUKAN SEBUAH KELUHAN
Ada kalanya hidup begitu hampa
Sebatas kejujuran menjelma derita
Terbenam kebahagiaan menyelimuti
Indah purnama gelap mendasar hati

Andaikan waktu berulang dappat
Kepedihan? Penderiataan; akan tertutupi
Tapi tak mungkin aku bisa berjuang
Tanpa kebahagiaan berhasil mendalami

Ada kalanya hidup begitu murka
Membara kebahagiaan menjelma api
Tenggelam air mata
Penyesalan tinggalah rintihan duri

Ada kalanya hidup begitu rahasia
Akanpun kenyataan sangatlah jelas
Namun kepastian menjelma dusta
Kebenaran hanya dimiliki makhluk agamis

Helai udara mengusik penjuru jiwa
Pertanda hitamnya belenggu asmara
Tertanam aroma dunia begitu hina
Terhapus senja oleh serpihan luka

Sebuah beban masa diantara manusia
Gelombang air mata menerpa lamunan
Pelita hati bermuara kesah persaan
Lapisan hati baja kalah kekerasan

Hidup yang haus akan asmara telaga
Sebatas kejujuran hanya di titik derita
Kata cinta hanya merapuhkan jiwa
Menyesal menutupi ruang asmara

Kehidupan begitu hampa dan kering
Suatu hidup yang bertolak belakang
Begitu … bahagia … terasa
Terlalu … derita …. Melanda

Selang waktu … penghancur masa
Masa yang indah … begitu hina
Hapuskan airmata selalu mengganggu
Tak pernah bersamaan menyatu

Kebahagiaan hanya berpaling kerinduan
Kerinduan nista … di balik kata cinta
Batas kesetiaan bertumpu garis kepiluan
Hidup penuh rintihan alunan masa

Berulang kali kehidupan itu mengulangi
Setetes kebahagiaan tak pernah terdapati
Semoga dua hati ini bersatu kembali
Dan ujung perpisahan tak muncul lagi


KU MERINDU
Indahnya saat bersamamu
Seindah sentuhan asmara; tawa
Berbagi rasa kita dulu
Tenang … tentram dan bahagia

Bersmamu aku didekatmu
Tapi kini rasa telah pergi
Tinggal kenangan menyelimuti
Dulu apa yang ku milki
Hanya rasa rindu mendatangi

Bersamamu aku mengenangmu
Bila menceritakan masa lalu
Ku ingin selalu mendampingimu
Selama persahabatan di mata
Semoga harapanterulang nyata

Namun apa yang ku miliki
Walau hidup seteduh hati
Aku merindu …
Sepenuh hati


DINDA I
Dinda jangan pernah tinggalkan aku
Jangan pernah pergi dari hidupku
Karena tanpamu hidupku hampa
Mendekatlah arungi hidup bersamaku

Dinda hadirmu akan mimpi-mimpiku
Selalu membuat hidupku bahagia
Matamu yang indah …
Membuat jiwaku hidup sempurna
Senyummu yang megah …
Membuat hari-hariku semakin bermakna

Oh dinda … keraplah di smpingku
Karena hanya dirimu …
Hitamnya semua kegelapan bercahaya
Dan ku yakin kaulah permata hatiku
Yang menjadikan semua harapan nyata

Oh dinda … ku ingin selalu bersamamu
Ku tak bisa melepasmu; meninggalkanmu
Mungkin kaulah pandangan pertamamku
Yang selalu mewarnai mimpi-mimpiku
Semoga hatiku selalu ada di hatimu

DINDA II
Dinda …
Ku selalu ingat murninya niat sucimu, jiwa tulusmu,
jiwa kasihmu tak mungkin sirna dalam hidupku,
selalu menyatu dalam kalbu
Hitamnya tinta tak mungkin bisa nodai sifatmu

Dinda ….
Ku ingin kau member sebuah pengertian,
Pengertian yang selalu ku bina selama ini
Pengertian tentang idupku
Pengertian yang mampu jalanku ke surga
Yang kini jadikan pegangan hidup yang dapat ku abadikan

Dinda …
Selama ini akan menunggu senyuman
Senyuman yang anggun berwibawa
Senyummu indah mengundang seribu kumbang asmara
Mengundang peri-peri cinta
Yang kun anti di setiap malam
Tersenyumlah …
Karena senyummu membuat hidupku bahagia

Dinda ..
Aku merindukanmu; ku mencintaimu
Ku tak bisa melupakanmu
Ku selalu ingat raut jelita wajahmu
Setiap ku serukan do’a
Tak lepas dari naungan hidupmu
Semoga engkau bahagia
Bahagia selalu bersamanya

Dinda …
Biarkan aku selalu bersuara
Menyuara kesunyian di kesunyian do’a untukmu
Buka pintu hatimu untukku
Izinkanlah aku masuk dalam dunia remajamu
Terbangkanlah bersama asmaramu
Bersamamu selalu bersamaku


SEBUAH ASA
Sampai kapan mencari jejakmu
Sepertimu mampu hidupi jiwaku
Selama ini aku menanti
Setiap renung ku dekapi

Serpihan asmara membalut luka
Suka di hati hancur menepi
Suara lembutmu hanya memperdaya
Sampai kapankah aku mencari?

Goresan tinta melabuh jauh pujangga
Gelombang bait tiada lagi suara
Garis duka muak akan ribuan asa
Gaduh seakan jatuh di lembah nista

Gurun hijau menjelma gurun putih
Gejolak jiwa meniti perih
Gumpalan luka semakin biru kelabu
Gerangan siapakah damaikan kalbu?

Seru … ku menyeru dapatkan kalbu
Seandainya ada kasih indahmu
Semoga asa tumbuh kembali
Selamanya, selalu pena di hati …

DALAM AMARA SEPI
Sepiku dalam asmara di lorong hampa
Hampa kecewa di semu warna cinta
Cinta terbina selamanya hadir cinta
Hancur kehidupan di peraduan airmata

Gemerlap jiwaku; tertutup kalbuku
Tak sanggup ku melawan guliran waktu
Goresan tinta tak lagi seperti dulu
Terhenti lantunan indah bait-bait baru

Adakah yang lain di antara sendi merpati
Dan adakah celah yang mampu gravitasi
Aku mulai mencari dan terus menanti
Di setiap ujung kelam terbitan mentari

Mampukah aku mengejar bayangan tak pasti
Percuma menanti hanya mengusik tiada arti
Mungkin adakah sebutan indah di jiwaku
Peribahasa, amti satu tumbuh seribu..?

SABAR KU MENUNGGU
Dingin sepoi angin mengusik tulang
Musnah sirna daya sekan tiada
Mulai bati melepas gundah bayang
Dari kehancuran nestapa tiada guna
Puing-puing jauh melayang
Tinggi nan indah di angan
Bahagia asa ketemu anggunmu
Tapi kenapa belenggu menyatu..?
Mungkin aku mulai membencimu
Atau mulai mencintaimu
Masa akan sabar menunggu
Antara kasih jiwa jawabmu
Sabar-sabarlah ku menunggu
Sukma setia dalam lembaran jiwamu

KASIH
Kasih …
Indah kau kepakkan sayapmu
Di raut wajahku nan layu
Di derap asmara; dekapan asa
Datangmu buat hidupku sempurna

Sempurna akan mimpi yang nyata
Hingga tiada retak aku mengenalmu
Di bahumu mampu hidupi ragaku
Sungguh bersamamu hidupku bahagia

Kasih …
Denyut nadiku berasmara
Asa suka kamu penuh sukma
Dengan seluruh nafasku
Tertanam buih kasih indahmu

Semoga apa yang kita rasa
Tersimpan hikmah begitu mulia
Dan anugerah Kuasa
Selalu menyatu pada kita berdua
DUA HATI
Saat indah sulit di lupa
Masa indah masa lalu
Berdamai cermin di jiwa kini
Bersamanya aku mendamba
Bersamanya pula ..
Desiran angin timur bersuara
Mengapa menyambutnya ..?

Saat dingin bersapu sang bayu
Menjelama malam berhampa kelabu
Terang purnama tak lagi bersatu
Hitam, bertabur tanpa bintang
Jadikan malam panjang melayang
Terbayang …

Malam indah gundah gulana
Menerpa sukma mengisi jiwa
Bila damba masih membara
Bila mata masih menyapa
Satukan dua hati bersama asa
Semoga bermakna ,,



Bayangan Kematian