M. Abd. Rahim
Rabu, 31 Agustus 2022
Bayangan Kematian
Hidup ini telah terlelap oleh keremajaan; kenyamanan usia
Tak pedulikan nyawa apalagi karakter; jiwa yang sering berkarya
Terhunus oleh pedang-pedang kebijakan yang tak pernah bijak
Hidup ini akan segera mati meninggalkan amal, perbuatan; ucapan baik
Ruang itu, kau kosongkan dari semangat; hal-hal yang bermanfaat
Tumbuhkan keangkeran bayangan kematian, meninggalkan buah manfaat
Kau curi hak-hak bawahan yang seharusnya kau dambakan kemenangan
Tak pernah ada rasa, sukma, yang ada kebencian; lembah kehancuran
Tuhan Maha Mengetahui darimu hal-hal yang terlepas dari koreksi
Hidup ini seperti menuju gerbang, menuju bayang-bayang kematian
Apa yang kau persiapkan?
Selain program-program, amal-amal kebahagiaan, nyaman; terpuji!
Sekali lagi apa yang kau harapkan dari kehidupan ini?
Pangkat, jabatan, kekayaan, atau sekedar membanggakan diri!
Pernah berpikirkah, nasib anak muda harapan-harapan negeri?
Sudikah kiranya, bayangan-bayangan kematian itu benar-benar mati; pergi!
Surabaya, 9 Agustus 2022
Oleh: M. Abd. Rahim
Sabtu, 18 Juni 2022
Mengejar Piala Keridaan dari Tuhan
Menapaki lika-liku jalan kehidupan, berbutar, naik-turun, beristiqomah menuju ridho-Nya
Menjalankan berat perintah-Nya, dan menjauhi segala ringan larangan-Nya
Cobalah brusaha berperang amar makruf nahi mungkar
Mengejar piala-piala keridaan dari Tuhan, bukan bersembunyi dari hati yang besar
---
Biarlah debu-debu dosa berterbangan hilang bersama hujan
Dan biarlah hujan mengeringkan bumi dari sisa-sisa kejahatan
Biarlah pepohonan iman yang hijau tumbuh subur
Berbunga, berbuah memberi manfaat pada masyarakat Negeri yang makmur
---
Kemaksiatan merajalela, pergaulan bebas sudah biasa
Orang tua tidak tahu atau tidak menahu, hingga sampai terenggut buah gadisnya
Mereka makan dan minum dari sumber, air yang dilarang
Mendarah daging dalam tubuhnya, bersenggama dan menghentikan detak jantung
---
Sentuhlah hatinya agar mereka meninggalkan kejahatan
Sentuhlah tubuhnya agar mereka melakukan kebajikan
Ulurkanlah tanganmu untuk membantunya dari jurang kehancuran
Do'akan mereka yang dzalim, pada diri sendiri, pada keluarga, agama, negara, agar mereka dicintai oleh Tuhan
Sby, 16 Juni 2022
M. Abd. Rahim, S.Pd.I, M.Pd (GPAI SMK PGRI 1 SURABAYA)
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengejar Piala Keridaan dari Tuhan", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/mabdrahim/62aa8f4efdcdb4241d61de92/mengejar-piala-keridaan-dari-tuhan
Kreator: M Abd Rahim
Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Mengucap Mantra di Bulan Purnama
Melewati masa tak terasa sudah menua
Kulit mengerut dan beberapa anggota tubuh yang lain tak sempurna
Pohon yang ditanam, kini sudah berbuah dan dinikmati anak cucu
"Cu.., lihatlah bulan di atas sana masih malu-malu"
---
"Ya Nek, aku suka melihat awan yang di sana masih menggulung-gulung," Katanya
Lihatlah di kutub timur itu, ada bintang fajar yang bersinar bangga
Dan lihatlah sebelah sana, di kutub barat bulan purnama bercahaya
"Nenek lupa seharusnya saat bulan di atas, kita membaca mantra." Katanya
---
"Iya Nenek sudah tua, tapi masih kelihatan muda," kata cucu
Masih bisa menemaniku bermain, ngajarin aku membaca kitab suci
Walau sudah tua mata masih terang untuk membaca sang wahyu
Kaki masih kuat untuk beribadah dan menuju ke tempat-tempat suci
---
"Apa rahasianya Nek?," katanya
"Bulan purnama masih bercahaya purnama, cobalah baca biar awet muda
Sak nom-nome bulan, isih nom umurku
Sak ayu-ayune bulan masih ayu wajahku"
---
"Sak nom-nome bulan, isih nom umurku
Sak ayu-ayune bulan masih ayu wajahku
Gusti Allah kang Maha Agung, sing gawe alam semesta
Lantaran bulan purnama mugi saget digdaya"
Sby, 15 Juni 2022 - 15 Dzulqo'dah 1443 H
M. Abd. Rahim, S.Pd.I, M.Pd. (GPAI SMK PGRI 1 Surabaya)
Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengucap Mantra di Bulan Purnama", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/mabdrahim/62a911dfbb448653432d0622/mengucap-mantra-di-bulan-purnama
Kreator: M Abd Rahim
Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator.
Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
Takdir Kuasa yang Bisa Diubah Tangan Manusia
Takdir muallak adalah takdir yang bisa dirubah oleh tangan manusia
Diantaranya sakit menjadi sembuh, bodoh menjadi pandai dan miskin menjadi kaya
Manusia diberi cobaan sakit oleh Tuhan bukan serta merta menerima sepenuhnya
Tapi harus ada usaha-usaha tertentu seperti berobat ke dokter untuk sembuh dari sakitnya
Begitu juga saat dia menuju kepandaian yang cemerlang
ia bagaikan elang
Terbang imajinasi dan kreativitas perlu bimbingan dan arahan
Untuk menjadi anak yang sukses di masa depan
Allah berfirman:
Innallaha la yoghoyyiruma biqoumin Hatta yoghoyyiruma bianfusihim
"Sesungguhnya Allah tidak merubah suatu qoum sebelum qoum tersebut merubahnya sendiri"
Rabu, 08 Juni 2011
DUNIA TANPAMU
Dunia tanpamu hidup hampa
Hidup tanpa wajah senyummu
Bagai mentari kala senja
Bak cahaya lilin kecil
Diantara gerimis bayu kegelapan
Didalam genggaman jiwa
Di raut wajah indah paronama
Senyummu adalah masa depan
Masa yang indah dalam hidupku
Rasa cinta kasih dalam sanubari
Tersimpan menjelma kata indah
Terkubur sedalam lautan kasih
Hanya terbit bagai asa mentari
Diantara langit hitam pilu
Aku adalah kupu-kupu remaja
Dia adalah buga-bunga remaja
Biarkan aku terbang kepelangi
Mahkota hidupmu
Kuingin menggapaimu
Di perejalanan hidup ini
Kini ku hanya bisa
Melihat kelopak mata berkaca
Disetiap rintihan jiwa dan do’a
Hidup tanpa wajah senyummu
Bagai mentari kala senja
Bak cahaya lilin kecil
Diantara gerimis bayu kegelapan
Didalam genggaman jiwa
Di raut wajah indah paronama
Senyummu adalah masa depan
Masa yang indah dalam hidupku
Rasa cinta kasih dalam sanubari
Tersimpan menjelma kata indah
Terkubur sedalam lautan kasih
Hanya terbit bagai asa mentari
Diantara langit hitam pilu
Aku adalah kupu-kupu remaja
Dia adalah buga-bunga remaja
Biarkan aku terbang kepelangi
Mahkota hidupmu
Kuingin menggapaimu
Di perejalanan hidup ini
Kini ku hanya bisa
Melihat kelopak mata berkaca
Disetiap rintihan jiwa dan do’a
ABOUT HER
Kenapa aku mencitai Dia
Kenapa aku tak bisa melupakan Dia
Kenapa aku harus memilih Dia
Mengapa aku suka pada Dia
Wah ..wajahmu memancarkan emas kearifan
Mengubah kehidupan
Bisakah aku di pelukan-Mu?
Izinkan aku menggapaiMu, tapi sayapku putus ….
Kenapa aku tak bisa melupakan Dia
Kenapa aku harus memilih Dia
Mengapa aku suka pada Dia
Wah ..wajahmu memancarkan emas kearifan
Mengubah kehidupan
Bisakah aku di pelukan-Mu?
Izinkan aku menggapaiMu, tapi sayapku putus ….
CINTA SEJATI
Cintaku padamu takkan pernah sirna
Walau terhalang badai kehancuran
Cintaku padamu akan selalu mulya
Diatas singgahsana cinta-Nya
Cintaku
Cintamu akan selalu berbunga
Harum mewangi berseri dalam sanubari
Cintaku
Sayangku
Cinta sejatiku
Telah lama engkau hidup dalam hatiku
Biarlah kusiram selalu
Dengan telaga kerinduan dan kesetiaan
Cinta sejatiku
Aku rindu kamu
Aku tak bisa melupakanmu
Cinta sejatiku
Hanya kamu yang bisa hidupi jiwakuh
Hanya kamu yang kuatkan imanku
Hanya kamu
Cinta sejatiku
Takkan terhapus oleh waktu
Selamanya aku akan menyayangimu
Walau terhalang badai kehancuran
Cintaku padamu akan selalu mulya
Diatas singgahsana cinta-Nya
Cintaku
Cintamu akan selalu berbunga
Harum mewangi berseri dalam sanubari
Cintaku
Sayangku
Cinta sejatiku
Telah lama engkau hidup dalam hatiku
Biarlah kusiram selalu
Dengan telaga kerinduan dan kesetiaan
Cinta sejatiku
Aku rindu kamu
Aku tak bisa melupakanmu
Cinta sejatiku
Hanya kamu yang bisa hidupi jiwakuh
Hanya kamu yang kuatkan imanku
Hanya kamu
Cinta sejatiku
Takkan terhapus oleh waktu
Selamanya aku akan menyayangimu
Langganan:
Komentar (Atom)
-
Senin, 07/02/2011 14:23 WIB Mahasiswi IAIN Tewas Pihak Fakultas Terkejut, Ayu Dikenal Sebagai Mahasiswi Pintar Amir Baihaqi - detikS...
-
Hidup ini telah terlelap oleh keremajaan; kenyamanan usia Tak pedulikan nyawa apalagi karakter; jiwa yang sering berkarya Terhunus oleh peda...
-
Assalamualaikum Wr.Wb. Bismillahirrohmanirrohim, ku awali dengan penuh hikmat untuk mencapai ridlo-Nya, dengan atas istilah Al-kasb ini se...

