Sabtu, 18 Juni 2022

Mengucap Mantra di Bulan Purnama

Melewati masa tak terasa sudah menua Kulit mengerut dan beberapa anggota tubuh yang lain tak sempurna Pohon yang ditanam, kini sudah berbuah dan dinikmati anak cucu "Cu.., lihatlah bulan di atas sana masih malu-malu" --- "Ya Nek, aku suka melihat awan yang di sana masih menggulung-gulung," Katanya Lihatlah di kutub timur itu, ada bintang fajar yang bersinar bangga Dan lihatlah sebelah sana, di kutub barat bulan purnama bercahaya "Nenek lupa seharusnya saat bulan di atas, kita membaca mantra." Katanya --- "Iya Nenek sudah tua, tapi masih kelihatan muda," kata cucu Masih bisa menemaniku bermain, ngajarin aku membaca kitab suci Walau sudah tua mata masih terang untuk membaca sang wahyu Kaki masih kuat untuk beribadah dan menuju ke tempat-tempat suci --- "Apa rahasianya Nek?," katanya "Bulan purnama masih bercahaya purnama, cobalah baca biar awet muda Sak nom-nome bulan, isih nom umurku Sak ayu-ayune bulan masih ayu wajahku" --- "Sak nom-nome bulan, isih nom umurku Sak ayu-ayune bulan masih ayu wajahku Gusti Allah kang Maha Agung, sing gawe alam semesta Lantaran bulan purnama mugi saget digdaya" Sby, 15 Juni 2022 - 15 Dzulqo'dah 1443 H M. Abd. Rahim, S.Pd.I, M.Pd. (GPAI SMK PGRI 1 Surabaya) Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengucap Mantra di Bulan Purnama", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/mabdrahim/62a911dfbb448653432d0622/mengucap-mantra-di-bulan-purnama Kreator: M Abd Rahim Kompasiana adalah platform blog, setiap konten menjadi tanggungjawab kreator. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bayangan Kematian